Materi Penjas kelas IX Semester 2
Berikut adalah materi penjas kelas IX semester 2 tahun ajaran 2015/2016 kurikulum 2013 yakni sebagai berikut :
- Renang Gaya Dada
- Kebugaran Jasmani
- Pola Hidup Sehat
1. Renang Gaya Dada (Katak)
Breast stroke ( Gaya dada ) juga sering di sebut dengan
gaya katak sebab gerakan yang di gunakan dalam gaya dada ini sangan serupa
dengan teknik berenang katak. Gaya dada merupakan berenang dengan menggunakan
posisi dada yang menghadap ke arah permukaan air. Batang tubung selalu di
posisikan dalam posisi stabil atau tetap. Kedua kaki digerakkan menendang ke
luar air, sedangkan kedua tangan digerakkaan lurus ke arah depan. Kedua tangan
di buka pada posisi samping, hal ini bertujuan agar posisi badan bisa melaju ke
arah depan dengan lebih cepat.
Dengan berenang dengan menggunakan gaya dada, perenang
bisa mengambil pernafasan saat mulut sedang berada di atas permukaan air,
sesudah 1 atau 2 kali gerakan kaki dan tangan. Akan tetapi, berenang dengan
menggunakan gaya dada merupakan teknik renang yang memiliki kecepatan paling
lambat jika di bandingkan dengan teknik renang yang lainnya. Agar bisa berenang
dengan baik, tentunya anda harus mengetahui dan menguasai betul mengenai teknik
dasar berenang dengan menggunakan gaya dada. Disini kami akan memberikan ulasan
informasinya kepada anda mengenai Teknik Dasar Renang Gaya Dada atau Katak.
A. Teknik gerakan meluncur
Salah satu latihan dasar berenang dengan gaya dada
adalah dengan menggunakan teknik meluncur. Meluncur adalah latihan awal yang
harus dilakukan oleh perenang. Teknik meluncur sangat berguna untuk dapat
menghilangkan rasa takut seseorang ketika berada di dalam air, menghilangkan
adanya resiko cidera atau kecelakaan dan bisa digunakan untuk menyesuaiakn suhu
tubuh.
Langkah – langkah yang bisa di lakukan untuk meluncur
dalam air adalah sebagai berikut :
1. Memposisikan
badan untuk berdiri tegap di pinggir kolam dan menempelkan salah satu kaki
kepada dinding kolam.
2. Badan dalam
posisi membungkuk ke depan searah dengan permukaan air dan meluruskan kedua
tangan sambil mengapit bagian telinga.
3. Agar badan
bisa meluncur ke depan, tolakan bagian kaki yang menempel di dinding dengan
kuat.
4. Luruskan
kedua lengan dan kaki ke arah depan.
5. Luruskan
bagian tubuh dan jagalah keseimbangan ketika posisi badan berada di permukaan
air.
B. Teknik gerakan kaki
Berikut adalah langkah-langkah melakukan gerakan kaki
dalam renang gaya dada yaitu sebagai berikut :
1. Badan dalam
posisi menelungkup.
2. Kedua belah
tangan berpegangan pada bagian dinding.
3. Kepala
terletak di atas permukaan air sedangkan bagian kaki di luruskan.
4. Kedua belah
kaki di luruskan dan di tarik ke arah samping.
5. Ketika
posisi kedua kaki diluruskan, buatlah lecutan ketika kaki sedang ditutupkan.
6. Usahakan
pergelangan kaki tetap relax.
7. Lakukan
latihan tersebut secara berulang – ulang dengan kekuatan dan kecepatan maksimal
sehingga akan terasa adanya tekanan ketika tubuh dalam posisi meluncur ke depan.
C. Teknik gerakan tangan
Beikut adalah langkah-langkah melakukan teknik gerakan tangan pada renang gaya dada :
1. Kedua kaki
direkatkan terhadap dinding kolam
2. Upayakan
kedua belah tangan dalam posisi lurus dan kepala terlihat dari atas permukaan
air
3. Tariklah
kedua belah tangan dengan bersama – sama menuju arah dada bagian bawah, sembari
kedua telapak tangan di gerakkan mengayuh dalam air
D. Latihan pengambilan nafas
Langkah ini serupa dengan prinsip yang di gunakan
dalam teori gerakan tangan, yaitu kedua belah tangan di tarik ke arah samping,
dagu diangkat ke atas menuju permukaan air sembari mengambil nafas perlahan –
lahan dengan menghirup udara.
E. Start ( Permulaan ) Renang dengan Gaya Dada
Start gaya dada di lakukan dengan cara berdiri lurus
di atas balok start dengan posisi badan membungkuk. Berikut adalah
langkah-langkah permulaan renang gaya dada :
1.
Tekuklah kedua tumit sambil mengarahkan pandangan ke
depan
2.
Posisikan tubuh membungkuk sembari mendekati air
dengan sikap mengayun ke arah belakang
3.
Ayunan tangan tersebut dapat membuat posisi tubuh
untuk terdorong maju ke depan mendekati permukaan air
4.
Sesudah itu posisi tubuh akan jatuh ke dalam air dan
bertumpulah terhadap kaki sembari badan mulai di lepaskan perlahan
2. Kebugaran Jasmani
A. Hakikat Kebugaran Jasmani
Pertumbuhan dan Perkembangan sifat
seseorang akan dipengaruhi oleh cara hidup dan lingkungan di mana seseorang itu
berada. Salah satu cara hidup atau kebiasaan hidup tersebut adalah pengerahan
fisik. Tubuh manusia diciptakan untuk bergerak, sehingga segala bentuk dan
fungsi tubuh yang menunjang pergerakan tersebut akan disesuaikan dengan
kebutuhannya. Prestasi kerja manusia merupakan keterpaduan antara kegiatan
kerja mental, fisik, serta interaksi dengan lingkungan dalam arti luas, sehingga
prestasi kerja dan produktivitas kerja indinvidu dan kelompok ditentukan oleh
bermacam-macam faktor yang terkait secara kompleks.
Seseorang yang mempunyai kesegaran
jasmani tinggi dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Selain itu, akan
terhindar dari kemungkinan cedera yang biasanya sering terjadi saat melakukan
kerja fisik yang berat. Tujuan utama latihan fisik adalah untuk meningkatkan
kesegaran jasmani dan kemampuan fungsi ergosistem tubuh. Latihan jasmani yang
dilakukan secara tepat dan benar akan memberikan manfaat bagi tubuh, yaitu
1. Memperkuat
sendi-sendi, ligamen, dan otot-otot tubuh
2. Meningkatkan
kemampuan jantung dan paru-paru
3. Menurunkan
tekanan darah
4. Mengurangi
lemak dan kadar gula dalam tubuh
5. Memperbaiki
bentuk tubuh
6. Mengurangi
risiko terkena penyakit jantung koroner.
Program latihan kondisi fisik perlu
direncanakan secara sistematis. Latihan fisik yang dilakukan secara cermat,
berulang-ulang dan dengan intensitas beban latihan yang makin meningkat,
memungkinkan meningkatnya kesegaran jasmani. Hal ini akan berdampak pada makin
terampil, kuat, dan efisiennya seseorang dalam bergerak.
B. Prinsip-Prinsip Pengembangan Program Kebugaran Jasmani
Ada sepuluh prinsip yang perlu digunakan sebagai
pegangan dalam menyusun program kebugaran jasmani, yaitu:
1.
Menyediakan waktu yang cukup bagi siswa untuk
melakukan aktivitas jasmani
2.
Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk melakukan
aktivitas jasmani
3.
Menyediakan aneka kegiatan dan memberikan bimbingan
sesuai dengan pilihan siswa
4.
Memberikan informasi umpan balik kepada siswa, baik
mengenai proses maupun hasilnya
5.
Membekali siswa dengan keterampilan dasar dalam rangka
meningkatkan kebugaran jasmani
6.
Menjadikan diri sebagai guru pendidikan jasmani yang
pantas sebagai panutan bagi siswa
7.
Memberikan perhatian penuh bagi perkembangan siswa
secara menyeluruh, termasuk sikap dan perilakunya terhadap aktivitas jasmani
yang dilaksanakan secara teratur dan berkesinambungan
8.
Menggunakan strategi yang tepat untuk membentuk pola
hidup sehat.
9.
Mempromosikan gaya hidup aktif dan pelaksanaan
aktivitas jasmani di luar pendidikan jasmani di sekolah.
10.
Menghindari ucapan yang menyatakan bahwa aktivitas
jasmani tu hanyalah membuang-buang waktu dan sia-sia belaka.
C. Bentuk-Bentuk Latihan Kebugaran Jasmani
Unsur-unsur kebugaran jasmani
meliputi kekuatan, kecepatan, daya tahan otot jantung dan paru-paru,
kelincahan, daya ledak, dan kelentukan. Unsur-unsur tersebut dapat dilatih
dalam bentuk seperti circuit training, interval training, kalestenik, jogging,
dan aerobik.
1. Latihan Peningkatan Kelincahan (Agility)
Kelincahan adalah kemampuan
seseorang untuk mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa
kehilangan keseimbangan dan kelincahan. Latihan ini juga berkaitan dengan
tingkat kelentukan. Beberapa bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan
antara lain sebagai berikut:
a. Latihan mengubah gerak tubuh arah lurus (Shuttle Run)
1) Tujuannya
untuk melatih mengubah gerak tubuh arah lurus.
2) Cara
melakukannya adalah atlet atau siswa berlari bolak-balik secepatnya dari titik
yang satu ke titik yang lainnya sebanyak 10 kali. Setiap kali sampai pada satu
titik, atlet tersebut harus berusaha untuk secepatnya berbalik untuk berlari
menuju ke titik yang lain.
b. Latihan lari belok-belok (zig-zag)
1) Tujuannya
untuk melatih mengubah gerak tubuh dengan arah yang berkelok-kelok.
2) Cara
melakukannya adalah dengan cara berlari zig-zag dengan cepat sebanyak 2 sampai
3 kali di antara beberapa titik (misalnya 4-5 titik). Jarak setiap titik
sekitar 2 meter.
c. Latihan mengubah posisi tubuh atau jongkok berdiri
(squat-thrust)
1) Tujuannya
untuk melatih mengubah posisi tubuh (jongkok dan berdiri tegak).
2) Cara
melakukannya adalah sebagai berikut:
a) Jongkok
sambil menumpukan kedua tangan di lantai.
b) Pandangan ke
arah depan, lemparkan kedua kaki belakang sampai lurus dengan sikap badan
terlungkup dalam keadaan terangkat.
d. Latihan kelincahan beraksi
1) Tujuannya
untuk melatih kelincahan dalam melakukan suatu reaksi gerakan
2) Cara
melakukannya adalah sebagai berikut:
a) Berdiri
dengan sikap ancang-ancang, kedua lengan di samping badan dengan siku bengkok,
b) perhatikan
aba-aba peluit.
c)
Bunyi peluit pertama lari ke depan secepat-cepatnya
d) Bunyi peluit
kedua, lari mundur secapt-cepatnya
e) Bunyi peluit
ketiga, lari ke samping kiri secepat-cepatnya
f)
Bunyi peluit keempat, lari ke samping kanan
secepat-cepatnya
g) Latihan ini
dilakukan secara terus menerus secara berangkai tanpa berhenti terlebih dahulu.
2. Latihan
Peningkatan Kecepatan (Speed)
Kecepatan adalah kemampuan untuk
menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kecepatan bukan
hanya mengerakkan seluruh tubuh dengan cepat, akan tetapi dapat pula
mengerahkan anggota-anggota tubuh dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dalam lari
cepat, kecepatan ditentukan oleh gerak berurutan kaki yang dilakukan secara
cepat. Bentuk-bentuk latihan untuk meningkatkan kecepatan antara lain sebagai
berikut:
a. Lari cepat dengan jarak 40m dan 60m
1) Tujuannya
adalah untuk melatih kecepatan gerak seseorang.
2) Cara
melakukannya adalah dengan berdiri di belakang garis start dengan sikap badan
tegak dan kedua kaki dibuka. Kedua tangan di samping badan dengan sikap
berdiri. Lari di tempat makin lama makin cepat sambil mengangkat paha
setinggi-tingginya. Setelah ada aba-aba peluit secepat-cepatnya menempuh jarak
40-60 meter. Latihan dilakukan secara berulang.
b. Lari naik bukit (up hill)
Bertujuan
untuk mengembangkan kekuatan dinamis (dinamic strength) otot-otot tungkai.
C. Lari menuruni bukit (Down hill)
Bertujuan
untuk melatih kecepatan frekuensi gerak kaki. Latihan ini akan lebih baik jika
ada dorongan angin dari belakang.
3. Latihan Daya Ledak
Tenaga ledak otot adalah kemampuan
otot atau sekelompok otot melakukan kerja secara eksplosif yang dipengaruhi
oleh kekuatan dan kecepatan kontraksi otot. Latihan daya ledak otot meliputi
press, high pull atau upright rowing, squat, heel raise (calf raises), pull
over, brench press, snatch, shoulder shrugh, tricep stretch.
4. Latihan Daya Tahan Jantung
Daya tahan adalah kemampuan
seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif lama. Istilah lainnya
adalah respiratio-cardio-vaskuler endurance, yaitu daya tahan yang berhubungan
dengan pernapasan, jantung, dan peredaran darah. Bentuk latihan daya tahan pernapasan,
jantung, dan peredaran darah ini disebut ergosistem sekunder yang dilatih
melalui peningkatan ergosistem primer (sistem saraf otot dan tulang rangka).
Latihan peningkatan ergosistem primer haruslah dilakukan dalam waktu yang
relatif lama. Latihan daya tahan jantung dan paru-paru di antaranya adalah
dengan mempertinggi intensitas, misalnya interval training dengan intensitas
yang tinggi.
3. Pola Hidup Sehat
Pola hidup sehat adalah pola yang
terfokus pada kesehatan, baik itu perilaku, makanan, bahkan gaya hidup yang
sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan
hidup yang sehat. Ada banyak cara yang dapat dilakukan agar tetap sehat.
Yaitu sebagai berikut :
1. Fresh air, good lungs
Untuk terhindar dari gangguan
pernapasan, hiruplah udara yang bersih dan sehat. Udara pagi hari sangat baik
bagi paru-paru Anda. Hindari merokok, asap kendaraan, debu. Bersihkan rumah dan
ruangan kerja secara teratur, termasuk perabotan,kipas angin, AC.
2. Fresh water
Air mineral / air putih adalah yang
terbaik dari minuman apapun. Biasakan minum air putih 8-10 gelas perhari.
Dengan begitu fungsi ginjal dan saluran kemih terjaga dan lancar. Disarankan
untuk minum air hangat di malam hari dan air sejuk (bukan air es) di siang
hari.
3. Konsumsi menu bergizi dan seimbang
Pilih menu bergizi, seimbang dan
bervariasi. Banyak konsumsi sayuran hijau dan buah segar berserat tinggi.
Kurangi atau hindari junk food atau fast food dan makanan olahan, serta kurangi
garam dan gula. Biasakanlah sarapan pagi untuk menunjang aktivitas Anda.
4. Seimbangkan antara istirahat, kerja,
olahraga ( aktivitas anda )
Biasakan istirahat teratur 7-8 jam
pada malam hari ,jangan sering begadang atau tidur terlalu malam. Jangan lupa
berolahraga di waktu senggang. Disarankan untuk berolahraga 2-3 kali per
Minggu, selama 40-45 menit.
5. Kontrol kerja otak
Otak adalah brain oleh karena itu
juga butuh istirahat. Jangan sampai mengalami stres yang berlebihan, karena
memori otak terbatas. Lakukan kegiatan yang
rileks sehingga otak menjadi santai, misalnya dengan melakukan hobi yang
menyenangkan.
6. Hidup harmonis dan peacefull
Manusia merupakan mikrokosmos yang
harus memenuhi alam sebagai makrokosmos jika ingin tetap sehat. Cobalah
menjalani hidup harmonis, sebisa mungkin perkecil risiko stres emosional atau
psikis.
Manfaat yang kita peroleh dengan menerapkan pola sehat adalah sebagai
berikut :
1)
Penampilan terlihat lebih sehat dan ceria.
2)
Tidur akan menjadi nyenyak.
3)
Dapat menikmati kehidupan sosial di lingkungan,
otomatis kualitas hidup meningkat.
4)
Dapat berjalan atau berkarya lebih baik.
5)
Produktivitas meningkat.
6)
Pikiran menjadi sehat dan positif.
7)
Merasa tentram dan nyaman.
8)
Rasa percaya diri menjadi meningkat.
9)
Terhindar dari berbagai penyakit.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar